Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan

longing self berbuncah

Kerinduan ...
kalian adalah satusatunya
orang yang mampu merindukan hati ini setelah dia
kekasih dalam senyumanku

bukan keheranan jika hati ini merindukan kedua orang tua
ayah bunda, adik dan sahabatku

kalian?
siapa kalian sebenarnya?
yang membuat hati ini merindu
hanya karena lima hari empat malam sajs

bahkan aku tak mengenal kalian
lebih dari sebatas dari senior dan junior

namun semenjak hari ini
telah ku umumkan dalam hati yang merindu ini
bahwa kalian adalah cerita dari bagian hidupku
kalian berhasil menyita waktu untuk merindu

by; Putri Wahyuni | mpunk

Untukmu saja

Mengaismu dalam butiran debu
menggenggamnya menggelitik nadi
lantas ku tatap lekat wajahmu


kulukis wajahmu dalam setiap senyuman
seperti lembaran daun basah pada ranting
kecapmu ku syairkan dalam rintih nada
laksana ricik aliran sungai dari hulu


tak peduli pada rimbamu dimana
kuusangkan laku lalu mu dimataku
sibakan celoteh tentang keistemewaanmu
karena ku tahu engkau kini

Ku nikmati kegilaan ini, hee

Cur hat

Hampir saja blog gue ngilang, gara-gara lama gak posting, wah-wah wah

Mohon maaf kepada pembaca sekalian kalau penulis sudah lama hilang dari dunia blog. Bulan-bulan kemarin adalah bulan sibuk bagi penulis hingga tidak pernah menyapa pembaca semua. Dan kini penulis Insyaallah siap kembali menyapa pembaca semuanya.

Bait-bait Puisi Untukmu

Jiwaku membahana
menepis rasa mencari
aku tidak mendapati mu


Menyelaminya membutuhkan perjuangan yang besar,
semakin aku menyelam, semakin aku mengerti,
semakin ku kayuh, semakin energi kerinduan itu kuat,
semakin ku pahmi dari jauh semakin membuat ku ingin menggapainya


Masih setegar mimpi yang kau hembuskan
rintiknya jelas terdengar dalam ringkih nan panjang
mengabadikan dirimu adalah kebahagiaan yang nyata



Puisi ini kupersembahkan untukmu ZS

*bagiku| tukang rumput








Cukupkan Perih

Lagi...
Tak cukupkah??
Yang hancur kini musnah sudah...!!!

TRAGIS!!!
Rona kesetiaan terombang-ambing egoisme
Lenyapkan iba yang kian dipermainkan waktu

Huft...
Lelahku sudah tenggelam dalamkaram
Meski ia yang ada belum jua pergi
Namun harapku tak ingin menghampirinya lagi

By: Anita Annimikiqu

Satu

Sesungguhnya aku ingin bersatu
Masuk kedalam inti sebuah keterasingan
Kenapa tidak? Merekapun mampu meradang
Dan tanpanya takkan mungkin keceriaa tercipta

Mungkin mereka kan akui keberadaanku
Namun... entahlah...
Semakin lama jiwaku terpatri
Terkubur jauh terenggut kepenatan
Hanya kehampaan... tak kunikmati kehadirannaya

Mereka adalah "satu"
Namun diriku bukanlah "satu" dari mereka
Hanya "satu"-"satu"nya yang merasakan ini semua
"Satu" yang menjauh
Coba keluar dari "satu" yang jenuh...

By: Anita AnnimikiQu

Hanya Untukmu

Hanya untukmu
jalan  yang  kubuat dan kutuju
semua hanya untukmu,

Saat jalan ini berkelok, terjal, curam
dan saat semua terasa lelah
Kau datang, senyum Mu mengobatiku


Saat pandangan ini mulai kabur
bias, lalu gelap  dan buta
Kau datang, menerangiku


Jalan yang ku buat
dan jalan yang ku tuju
semua hanya untukmu

Cinta Untukmu

Aku hanya berceloteh satu kata
seakan hipnotis romi rafel mengelabuiku
terpukau aku menatap wajahnya
layaknya model bergaya

Tontonkan sensasi
panorama penuh ekspresi
seolah contoh untuk aku
lagukan diantara hilir mudik
bergang-gang sempit

Aku berdendang
bersahabatkan rerumputan yang pintar bergoyang
fenomena yang tak boleh ternoda
masaku oleh debu
debu yang nakal
yang tak segan bermian dalam cinta

By; Santri Khairunnisa

Air Mata Ku

Tak perlu kau tunjukan perhatianmu padaku
Jika smua itu hanya akan menambah sesak didadaku
Ku memang tak mampu berbuat apa-apa untuk mencegah kepergianmu
Aku tahu... betapa tak berartinya aku dihidupmu
Tapi ku mohon ...
Jangan terus kau paksa airmata ini jatuh
Tak ibakah kau...?
Tak perlu kau tahu seberapa sakitnya aku
Saat kau menjauh dariku
Saat kau biarkan aku berlalu dalam alunan waktu yang terus menyita kebersamaan kita
Apa kau tak pernah menyadari hal itu
Apa harus ku katakan bahwa kau adalah orang yang jahat ????
Kau KEJAM ! kau TEGA !
Kau sakiti aku..
Kau biarkan aku terkulai layu menyaksikan lembar – lembar kebersamaan kita yang penuh dengan hasil karyamu
Dan apakah kau tak pernah sadar dengan apa yang kau rangkai??
Itulah karyamu ! karya orang yang kejam
Kau toreh tinta kelam beralas luka di larik – larik yang terdiam..

Created by_ NaKhLa Zaire el_ brinh

beat mountain everest

Tak ada yang bisa ku pungkiri
mengalahkan diri sendiri teramat sulit
lebih mudah menaklukan gunung everest
dan mengalahkan kedalaman samudra atlantik

mengalahkan diri sendiri adalah kemenangan
kemenangan yang hakiki tentunya
fikiranku menjadi buas
emosiku membuncah meluapkan lahar
hatiku labil dan kabut

mengalahkan diri sendiri adalah kehormatan
dan menggenggam dunia itu keniscayaan
mengalahkan diri sendiri adalah mukzijat

your beautiful sparkle

Biarku coba untuk melupakan semua
Namun ku tidak sanggup untuk melepaskan
Gelisah hatiku yang tidak karu biru
Begitu hebat, jua istemawanya engkau
Hingga hati jatuh terbekuk

Kilauan indahmu itu
Telah goreskan imajinasi tinggiku
Kau tertangguh,
Hingga aku tidak mampu
Mengikis bayangan senyummu

My angel

Namamu tak terukir dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir dalam diskusi kehidupanku
Wajah dan wujudmu tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam dalam peta kehidupanku
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung dari tuhan
Untuk hadir dalam kehidupanku
Walau bukan untuk aku miliki
Namun kau tetap bidadariku, penyejuk jiwa

a dream in conscious

Kini aku terdampar
Setelah lelah mengarungi laut kehampaan
Kudayung gelombang-gelombang lamunan
Dan kutapaki karang terjal kesendirian
Tak kulihat biru
Tak tampak jua putih
Namun, bahteraku melaju tanpa arah
Tanpa aku mengeluh lelah
Ragaku beku…. Tapi jiwaku limbung dihantam angin
Seolah yang berlayar hanya alam bawah sadarku
Entahlah
Apa aku benar bermimpi di luar kesadaranku…
Ataukah yang tengah kurajut menciptakan sebuah mimpi dalam sadar
Karena yang kurasa, hanya lara dan nestapa
Tanpa ada kama yang menjadi penawarnya
Apa mungkin aku harus berlari
Bersama naluri tanpa raga
Ataukah aku harus tetap bertahan
Pada raga tanpa karsa

Karya : Nakhla Zaire el-Brinh