Selimut hitam menutup separuh bumi.
Ada kata yang tak bersua.
Saat jarak menjadi hijab.
Tapi hati tak tertutupi.
Pada bayangan belahan jiwa...
Alam menyaksikan kebersamaan kita dalam rangkaian doa.
Tampilkan postingan dengan label Puisi Qusay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Qusay. Tampilkan semua postingan
Lupa
Posted by Unknown
on 10:06:00 PM
Koin gladiator
Posted by Unknown
on 9:58:00 PM
Cilurah
Posted by Unknown
on 9:55:00 PM
Maruyama
Posted by Unknown
on 9:52:00 PM
Sendiri ku suka, saat tuntutan menyapa..
Apa kabar skripsi mu??..
Ah kau ini, hampir saja ku enggan mengingatnya.
Baiklah...
Sendiri disudut ruang kecil bertemankan laptop & guling.
Ya, suasana seperti itulah yg membersamaiku akhir-akhir ini.
Hendak menapaki jalan impian, berjalan perlahan diiringi merdunya suara batuk.
Uhuk...uhuk...
Lelah,
Jenuh,
Lapar,
Kantuk, dan
Malas selalu menyertai.
Terlebih saat ku paksakan isi kepala ini mengingat data yg hilang.
Ah rasanya ingin segera mengakhiri semua ini.
Tapi ku sadar tak kan ada hasil kalau tidak ada perjuangan.
Ini belum seberapa, di depan sana masih ada tuntutan yang akan segera menyapa lagi.
Jati diri
Posted by Unknown
on 9:51:00 PM
Darmaga
Posted by Unknown
on 9:50:00 PM
Kejayaan Akarsari
Posted by Unknown
on 12:05:00 PM
Berjalan dihulu bukit pucuk umun
tertusuk bilahan bambu roboh
terpecahlah jalanan menghampar
mengawanglah kesadaranku
dan kini entah dimana
tertusuk bilahan bambu roboh
terpecahlah jalanan menghampar
mengawanglah kesadaranku
dan kini entah dimana
Ini tentang masalalu
Legenda yang berubah menjadi mitos
mitos bermetamorfosis menjadi dongeng
tenggelamlah kejayaan lampau
Religi sanghiang pernah berdengung
memuncaki khayangan mayapada
akarsari menjadi saksi
Dimana bakti para nagari
Religi sanghiang pernah berdengung
memuncaki khayangan mayapada
akarsari menjadi saksi
Dimana bakti para nagari
Nusantara Merana
Posted by Unknown
on 12:00:00 PM
Bukan hanya lingkaran hitam saja,
Tapi semua seperti terorganisir rapih
Seperti jaringan setan, kuat menakutkan
Pekatnya melampui hal paling gelap
Tapi semua seperti terorganisir rapih
Seperti jaringan setan, kuat menakutkan
Pekatnya melampui hal paling gelap
Untuk membongkarnya butuh keberanian
Perjuangan panjang dan gigih
Konsisten dengan tujuan kebenaran
Pantang menyerah dan habis-habisan
Perjuangan panjang dan gigih
Konsisten dengan tujuan kebenaran
Pantang menyerah dan habis-habisan
Lantas siapakah yang mampu memutihkannya kembali?
#Indonesiaku berduka
Kkcl Membuat Mati Suri
Posted by Unknown
on 1:41:00 PM
kekuatannya seperti menghilang
raib tak terelakan, seper-sekian detik
satu kalimat telah membunuhku
nilainya tak berbekas
ragaku berputar seperti jarum jam
meledak bagai meriam
auranya bercampur baur
menjadikannya limbung
kehilangan lagi, ngeri tak terbantahkan,
buntu seperti kehilangan segala tujuan,
efeknya menyedot semua kekuatan,
kembali melakukan kesalahan,
raib tak terelakan, seper-sekian detik
satu kalimat telah membunuhku
nilainya tak berbekas
ragaku berputar seperti jarum jam
meledak bagai meriam
auranya bercampur baur
menjadikannya limbung
kehilangan lagi, ngeri tak terbantahkan,
buntu seperti kehilangan segala tujuan,
efeknya menyedot semua kekuatan,
kembali melakukan kesalahan,
Untuk Istri Ku Kelak
Posted by Unknown
on 1:41:00 PM
Jika rindu dimiliki setiap insan
tentulah kita akan saling merindui
kita tidak pernah mengenal akan takdir dan jodoh
mungkin sebelumnya kita saling mengenal atau tidak sama sekali
begitu mungkin, dan selalu ada kemungkinan
penguasa kita pemilik hati
selalu ada keajaiban, karena ialah
pembulak balik hati
tentulah kita akan saling merindui
kita tidak pernah mengenal akan takdir dan jodoh
mungkin sebelumnya kita saling mengenal atau tidak sama sekali
begitu mungkin, dan selalu ada kemungkinan
penguasa kita pemilik hati
selalu ada keajaiban, karena ialah
pembulak balik hati
Rembulan dibulan
Posted by Unknown
on 10:08:00 PM
ada titik lembut dari embun di dedaunan,
setiap tetesnya menumbuhkan ruhruh,
bagai kalimat-kalimat dari alam,
hadirmu laksana mutiara penyempurna keindahan,
dikalungkan pada leher kehidupan,
merasai hadirmu adalah kebahagiaan,
ada kemilaunya dirembulan
memerah,
hiasan lingkaran kecil
merimbuni baris,
menjayati diri pada
purnama keemasan,
telah lahir masa kita
berdua dipejalanan,
saat rindu kan bertemu
dibawah langit berbintang,
menyejuki dirimu
dibelahan hati.
#kerinduan_yang_berbuncah_40
Mimpi Dilembaran Emas
Posted by Unknown
on 10:20:00 PM
Langit yang gelap, seberapa besar dan lamakah aku mampu bertahan?
Hingga datang kabar baru tentang kegemilangan dari pelarian takdirku ini!
Aku masih saja meraba waktu untuk bisa menembusnya,
Hingga datang seorang bidadari menemani kesendirian ditanah jawa ini...
Langit yang kelam, aku masih saja menengadah menatapmu, dalam pencarian.
Kulipatkan kedua tanganku dikepala ini dalam kesunyian.
Berharap sebuah meteor berekor jingga jatuh dihadapanku.
Memberikan kabar akan mengharapkan kedatanagku...
Langit yang masih saja diam, akupun masih menatapmu,
Menyelesaikan mimpi yang pernah kutintakan dilembaran emas.
Hingga masanya tiba, giliran engkaulah ku renggut untuk diselesaikan.
#kerinduanyangberbuncah_38
Hingga datang kabar baru tentang kegemilangan dari pelarian takdirku ini!
Aku masih saja meraba waktu untuk bisa menembusnya,
Hingga datang seorang bidadari menemani kesendirian ditanah jawa ini...Langit yang kelam, aku masih saja menengadah menatapmu, dalam pencarian.
Kulipatkan kedua tanganku dikepala ini dalam kesunyian.
Berharap sebuah meteor berekor jingga jatuh dihadapanku.
Memberikan kabar akan mengharapkan kedatanagku...
Langit yang masih saja diam, akupun masih menatapmu,
Menyelesaikan mimpi yang pernah kutintakan dilembaran emas.
Hingga masanya tiba, giliran engkaulah ku renggut untuk diselesaikan.
#kerinduanyangberbuncah_38
Banten Dalam Kegelapan
Posted by Unknown
on 9:52:00 AM
Mengendapkan diri ditanah lama
diakar berumbi para leluhur ribuan tahun lalu
agraria terus dilembabi kakian akarsari
menopang kehidupan kebantahan selaksa surga
Bersilakan diri dicadas hamparan
merasai setiap hembusan jigayana
didengdangkan percikan air juga kalam
sukma menyempurna pada alam
Dusun berdusun atap rumbia bebambu
memikuli cangkul dipematang sawah
diteriaki longlongan kerbau kongkorong
rimbun dikegelapan daun hijau
Masih terasa peradaban lama tak belampu tak bermimpi
diimarjinalkan oleh modernisasi dinasti
sanghiang kini hanya menjadi simbol tak bertuah
tetua dengdek senyum diatas tunggul batu
Dipugari proyek bebisu
priyayi dibuat kalang kabut
digonjang ganjing politik kenistaan
jawara digerigi buayan kedudukan
diakar berumbi para leluhur ribuan tahun lalu
agraria terus dilembabi kakian akarsari
menopang kehidupan kebantahan selaksa surga
Bersilakan diri dicadas hamparan
merasai setiap hembusan jigayana
didengdangkan percikan air juga kalam
sukma menyempurna pada alam
Dusun berdusun atap rumbia bebambu
memikuli cangkul dipematang sawah
diteriaki longlongan kerbau kongkorong
rimbun dikegelapan daun hijau
Masih terasa peradaban lama tak belampu tak bermimpi
diimarjinalkan oleh modernisasi dinasti
sanghiang kini hanya menjadi simbol tak bertuah
tetua dengdek senyum diatas tunggul batu
Dipugari proyek bebisu
priyayi dibuat kalang kabut
digonjang ganjing politik kenistaan
jawara digerigi buayan kedudukan
Menghapus Kesendirian
Posted by Unknown
on 11:15:00 AM
Kuningan Merimbun Menapaki
Posted by Unknown
on 11:00:00 AM
Mengasah layang dibelantara
kuning kilap pada tiap bebambu
ribuan helai terhampar lesu
kering kecoklatan dirayapi
jiwamu kosong pucuk paham beragam
berupa aliran buku-buku bambu
menggurat nilai beradu
meroyong memingul satu-satu
rimbunan baris melangit
mengelai-helai diterpa angin
berdendang kesana kemari
melukiskan purnama
#edisikerinduanyangberbuncah | 26
kuning kilap pada tiap bebambu
ribuan helai terhampar lesu
kering kecoklatan dirayapi
jiwamu kosong pucuk paham beragam
berupa aliran buku-buku bambu
menggurat nilai beradu
meroyong memingul satu-satu
rimbunan baris melangit
mengelai-helai diterpa angin
berdendang kesana kemari
melukiskan purnama
#edisikerinduanyangberbuncah | 26
Daun dan Cinta
Posted by Unknown
on 9:58:00 AM
daun, bibirmu tipis merah menua
liuk lekuk ditekuk cahaya
tubuhmu harum menggoda birama
cinta yang tidak bisa diterjemahkan
oleh setiap helai waktu yang rubah
daun, menatapmu membuat tergoda
senyum salam sapa begitu indah
pada aura muka cahaya
dibelai lembut titah mulia
dipadang pasang paling sempurna
#edisikerinduanyangberbuncah | 25
liuk lekuk ditekuk cahaya
tubuhmu harum menggoda birama
cinta yang tidak bisa diterjemahkan
oleh setiap helai waktu yang rubah
daun, menatapmu membuat tergoda
senyum salam sapa begitu indah
pada aura muka cahaya
dibelai lembut titah mulia
dipadang pasang paling sempurna
#edisikerinduanyangberbuncah | 25
Ada-ada Saja Cinta
Posted by Unknown
on 1:11:00 PM
ada sajak yang aku lupa
ada rona mewarna pula
ada cahaya merupa pesona
diguratan wajah ayu mu
ku pais kesucian cintamu
dalam balutan daun tua merona
digarang pada birahi terjaga
lalu dihidangkan dibibir rekahmu
ada-ada saja itu cinta
#edisikerinduanyangberbuncah | 24
ada rona mewarna pula
ada cahaya merupa pesona
diguratan wajah ayu mu
ku pais kesucian cintamu
dalam balutan daun tua merona
digarang pada birahi terjaga
lalu dihidangkan dibibir rekahmu
ada-ada saja itu cinta
#edisikerinduanyangberbuncah | 24
Di Peluk Mu dI Pasir Putih
Posted by Unknown
on 4:55:00 PM
dimatamu ada lautan
beriak gelombang memadati tepian
gulungan ombaknya berlomba memenuhi
melewati ribuan waktu
menjadikannya mutiara disetiap kata
tak sanggup berlama-lama menatapmu
setiap detik menjadikannya cinta
membuat gairah memburu ku
membujur digaris lintang nafsu
cinta, membuatku cinta tiada tara
dilempari pada rindu
memegangi kokohnya karang
melepaskan sayup-sayup kasmaran
dipelukanmu diatas pasir putih
disucikan oleh kalimah Ilahi
#edisikerinduanyangberbuncah |23
beriak gelombang memadati tepian
gulungan ombaknya berlomba memenuhi
melewati ribuan waktu
menjadikannya mutiara disetiap kata
tak sanggup berlama-lama menatapmu
setiap detik menjadikannya cinta
membuat gairah memburu ku
membujur digaris lintang nafsu
cinta, membuatku cinta tiada tara
dilempari pada rindu
memegangi kokohnya karang
melepaskan sayup-sayup kasmaran
dipelukanmu diatas pasir putih
disucikan oleh kalimah Ilahi
#edisikerinduanyangberbuncah |23





